REUTERSTEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengantisipasi 300-an mahasiswa penerima beasiswa Yayasan Pasiad agar tidak ditangkap di Turki. Antisipasi kian gencar setelah dua lagi WNI yang ditangkap oleh aparat Turki dengan tuduhan terlibat dalam aktivitas Fethullah Gulen, ulamah paling berpengaruh di Turki yang dituding Pesiden Recep Tayyi Erdogan sebagai otak kudeta di Turki bulan lalu.�“ Fokus kita mencarikan solusi yang lebih baik kalau ada kasus sepert ini lagi. Menurut Iqbal, kedua WNI yang ditangkap sebenarnya bukan target. Namun keduanya berada di rumah anggota Yayasan Pasiad, yakni yayasan yang didirikan atas kerjasama pengusaha Turki dan Indonesia dan dituding pendukung Gulen di kota Bursa. “Kita sudah bertemu dengan pemerintah Turki,” kata Iqbal.� Persidangan kasus WNI pertama yang ditangkap baru akan digelar 10 November mendatang.
Source: Koran Tempo August 18, 2016 15:22 UTC