Sejarah itu akhirnya terpatahkan pada 20 September 2016 lalu oleh seorang astronom amatir asal Argentina yang melihat proses supernova dari awal hingga akhir. Baca juga : Supernova Menguak Adanya Bintang yang Hidup Lagi Setelah MatiBuso mengaku peristiwa ini diambil saat ia sedang mencoba kamera baru pada teleskop 16 inci miliknya. Ia langsung memberi kabar ini pada temannya yang juga seorang astronom amatir. Ia mengatakan data yang dimiliki Buso sangat luar biasa, apalagi selama ini astronom profesional tak pernah seberuntung Buso mendapatkan momen supernova meledak. Tim Filippenko terus memantau kecerahan supernova yang berubah selama dua bulan dengan teleskop Lick lainnya, yakni teleskop Katzman Automatic Imaging 0,76 meter dan teleskop Nickel 1 meter.
Source: Kompas February 22, 2018 13:07 UTC