JAKARTA, KOMPAS.com - Kisah seorang pria bernama Julianto yang menjadi korban teror pemesanan makanan dengan aplikasi ojek online, Go-Food. Julianto dikabarkan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah karena banyaknya pesanan Go-Food yang dialamatkan kepadanya. "Ada tim gabungan Satreskrim (Polres Jakarta Timur) dan unit Reskrim Polsek (Matraman)," ujar Andry, kepada Kompas.com, Minggu (9/7/2017). Andry mengatakan, kasus ini menjadi perhatian khusus karena viral dan untuk mencegah terjadinya kejahatan dengan modus mengantar pesanan berdasarkan order fiktif. "Kami rencananya juga mau bicara dengan manajemen Go-Food, mungkin Senin kami bisa ketemu karena ini kan hari libur," ucap Andry.
Source: Kompas July 09, 2017 02:03 UTC