REPUBLIKA.CO.ID, LISSE -- Belanda dan dunia harus berhadapan dengan dampak virus corona terhadap industri bunga. Koperasi petani Belanda merilis 85 persen omzet dari penjualan bunga telah hilang. "Virus corona adalah bencana bagi industri bunga Belanda, 85 persen dari omzet di pasar kami hilang," kata Perwakilan Royal FloraHolland, Michel van Schie. Koperasi petani yang memperdagangkan sekitar 12 miliar tanaman dan bunga setiap tahun ini menunjukkan, pandemi corona telah memukul dengan keras industri bunga Belanda. Petani bunga Frans van der Slot mencoba menyimpan tulip hasil kebunnya di mesin pendingin selama mungkin dalam upaya untuk keluar dari keterpurukan.
Source: Republika March 20, 2020 19:07 UTC