Sejauh ini, hampir 5.500 pasien di 39 negara dilibatkan dalam uji kilinis obat. REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) harus segera mendapatkan hasil uji klinis terkait obat-obatan yang mungkin efektif mengobati pasien COVID-19. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Jumat lalu menyebutkan, hampir 5.500 pasien di 39 negara sejauh ini telah dilibatkan dalam uji coba solidaritas untuk obat Covid-19. Uji coba Solidaritas dimulai dalam lima tahap dengan melihat pendekatan pengobatan potensial COVID-19 dari pengobatan standar, remdesivir, obat anti-malaria, hydroxychloroquine, obat HIV lopinavir/ritonavir, dan lopanivir/ritonavir yang dikombinasikan dengan interferon. Awal bulan ini WHO menghentikan uji coba hydroxychloroquine pada pasien COVID-19 setelah penelitian menunjukkan tidak adanya manfaat dari obat tersebut.
Source: Republika July 05, 2020 00:11 UTC