Kali ini, Menteri BUMN, Erick Thohir, sendiri yang mengungkap kasus tersebut. Hal ini diketahui Erick usai Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit dana pensiun BUMN. Hasilnya, ditemukan kerugian sekitar Rp 314 miliar, meskipun angka tersebut belum final. “Kami mendahulukan dana pensiun sesuai dengan program kami, Kejaksaan Agung, yang menyentuh harkat orang banyak. Pendalaman akan terus dilakukan sebagaimana laporan Kementerian BUMN yang menyebut mayoritas pengelolaan dana pensiun dalam keadaan sakit.
Source: Jawa Pos October 05, 2023 03:37 UTC