PARIS, KOMPAS.com - Banyak warga Perancis teringat aksi penyerangan terorisme 4 tahun silam, ketika kepolisian mengumumkan tersangka pembunuhan 3 orang di gereja Nice, Perancis, adalah imigran asal Tunisia. Empat tahun silam, tersangka ekstrimis Islam lainnya juga berasal dari Tunisia, yang mengendarai truk seberat 19 ton menyasar ke kerumunan orang yang tidak jauh dari gereja. Serangan gereja yang terjadi pada Kamis (29/10/2020), membangkitkan ingatan tentang serangan truk, membuat banyak warga Nice pada Jumat (30/10/2020) marah, dan ingin melawan pihak-pihak yang diyakini bersalah. "Kami terpaksa hidup dengan warga asing yang meludahi kami, yang meludahi Perancis," tambah Bonson. Imigran asal Tunisia bernama Mohamed Lahouiej Bouhlel mengendarai trtuk Renault ke dalam kerumunan warga yang memadati pinggir pantai Promenade des Anglais.
Source: Kompas October 31, 2020 01:52 UTC