TEMPO/Caesar AkbarTEMPO.CO, Jakarta - Virus corona atau Covid-19 sudah masuk ke Indonesia sejak Senin, 2 Maret 2020. Tak sedikit pula dari mereka yang berbelanja ke supermarket untuk menyetok makanan agar tidak pergi keluar rumah sehingga tak berisiko terpapar corona. Menanggapi hal ini, psikolog dari Universitas Indonesia Reny Akbar Hawadi pun mengatakan bahwa rasa panik terjadi karena masyarakat ingin hidup tenang dan nyaman. “Ketika keamanan terancam, mereka tidak pikir panjang lagi sehingga melakukan sesuatu seperti berbelanja ini,” katanya saat dihubungi Tempo.co pada Selasa, 3 Maret 2020. Meski begitu, Reny mengatakan bahwa berbelanja dengan menyetok makanan terlalu berlebihan pasti dipengaruhi oleh dua faktor negatif.
Source: Koran Tempo March 03, 2020 04:41 UTC