REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Pemerhati masalah daging impor kualitas rendah asal Universitas Andalas Padang, Sumbar, Benny Dwika Leonanda meminta pemerintah lebih berhati-hati mengimpor daging berkualitas rendah. Sehingga pasokan barang kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya berkurang di pasar seperti daging, daging ayam dan telur. Sebab menurut dia, daging berkualitas rendah, berdampak negatif terhadap kesehatan. Ia memandang bahwa jika daging impor berkualitas rendah itu masih beredar maka sama artinya selama puasa ini sudah terjual makanan tidak sehat secara massal. "Sebab daging berkualitas rendah atau daging beku mengandung lemak 15 persen lebih berpotensi memicu stroke dan penyakit jantung," kata Benny Dwika Leonanda, dihubungi dari Pekanbaru, Kamis (9/6).
Source: Republika June 09, 2016 15:45 UTC