Bangkalan, Beritasatu.com - Kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan dengan PT Pertamina Hulu Energy West Madura Offshore (PHE WMO) dan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sejak 2013 dalam pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut secara berkelanjutan berhasil mengembangkan destinasi ekowisata mangrove, Taman Pendidikan Mangrove (TPM), yang resmi diluncurkan, Kamis (1/8/2019). Kawasan hutan mangrove Labuhan ini sebenarnya adalah bekas kawasan tambak yang diubah menjadi area konservasi mangrove, yang akhirnya dikembangkan menjadi TPM oleh Kelompok Tani Mangrove Cemara Sejahtera, yang merupakan kelompok binaan PHE WMO. Destinasi wisata ini terdiri dari taman mangrove, pohon cemara, budidaya pepaya california, budidaya kambing etawa, budidaya kepiting soka, lahan pembibitan mangrove dan cemara, saung dan camping ground. Untuk mengitari hutan mangrove, pengelola TPM telah membangun jembatan kayu (tracking) sepanjang 350 meter yang membelah hutan mangrove. "Sejauh ini juga sudah disiapkan sejumlah konsep dan desain promosi wisata TPM kepada masyarakat luar Bangkalan.
Source: Suara Pembaruan August 01, 2019 01:52 UTC