Suyatna (40) pedagang sayuran di Pasar Induk Gedebage Kota Bandung mengatakan, selisih harga jengkol di setiap pasar, saat ini sekitar Rp 5.000. Menurut pedagang jengkol di Pasar Kosambi, Yanto (55), biasanya harga normal jengkol paling mahal Rp 28 ribu. Ironisnya, meroketnya harga jengkol tidak berpengaruh banyak bagi kesejahteraan petaninya. Menurut Entun (46) salah satu pemasok jengkol di Gedebage, para petani tidak merasakan untung dari lonjakan harga di pasar. “Kebetulan saya kan bersentuhan langsung dengan petani, jadi tahu sedikitnya urusan petani di sana, bahkan sejauh ini ya petani tidaknya pernah terpikir atau mungkin tau harga jengkol nisa naik menyaingi harga daging ayam,” ujar Entun.
Source: Jawa Pos April 28, 2017 13:07 UTC