Foto: Vololona/Atlas ObscuraTEMPO.CO, Jakarta - Hugo Zietz, seorang taipan tembakau yang berbasis di Dresden, ingin membangun pabrik rokok untuk memproses tembakau yang diimpor perusahaannya dari Kekaisaran Ottoman. Namun menurut undang-undang, sangat dilarang untuk membangun bangunan pabrik yang dapat merusak cakrawala kota barok. Dia merancang pabrik itu dengan gaya arsitektur art-deco: struktur yang terinspirasi dari masjid, sehingga menyembunyikan tujuan sebenarnya. Meski orientalisme sudah merebak saat “masjid tembakau” dibangun, tapi masih ada saja perdebatan publik. Yenidze, pabrik rokok yang dimiliki oleh Hugo Zietz, dibuat dengan arsitektur mirip masjid dan kerap mengecoh para turis.
Source: Koran Tempo August 20, 2020 09:22 UTC