REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID -- Setidaknya 50 orang di Ethiopia tewas terinjak setelah polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan para pengunjuk rasa antipemerintah Ethiopia. Kejadian terjadi di sebuah festival keagamaan tahunan di Kota Bishoftu, 40 kilomete dari ibu kota Addis Ababa, di mana dua juta orang menghadiri acara tersebut. Adapun festival tersebut berlangsung di Oromia, salah satu daerah yang paling sensitif di negara itu. Seperti dilansir The Independent, banyak pengunjuk rasa yang dilaporkan meneriakkan 'kita perlu kebebasan' dan kita perlu keadilan oleh tetua masyarakat yang disampaikan di festival. Pemerintah Ethiopia setelahnya membenarkan peristiwa maut itu dan merilis pernyataan banyak orang telah dibawa ke rumah sakit.
Source: Republika October 02, 2016 20:26 UTC