Jum'at, 26 Agustus 2016 | 08:59 WIBPasukan pemberontak sayap kiri Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) berpatroli di jalanan dekat ke San Vicente de Vicente 9 Januari 1999. Usai berdamai, Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) akan meletakkan senjatanya dan kembali berintegrasi ke dalam kehidupan sipil. REUTERSTEMPO.CO, Havana - Pemerintah Kolombia dan pemberontak sayap kiri, FARC, menandatangani perjanjian damai bersejarah untuk mengakhiri perang gerilya selama 50 tahun. "Kami mencapai kesepakatan mengakhiri konflik dan membangun perdamaian," bunyi pernyataan bersama yang dibacakan perwakilan Kuba dan Norwegia yang menjadi mediator negosiasi itu. Presiden Juan Manuel Santos, yang mempertaruhkan legasinya demi perdamaian, berusaha keras mendapatkan suara “ya” untuk mengakhiri konflik dengan pemberontak FARC.
Source: Koran Tempo August 26, 2016 01:52 UTC