Di samping meminta para diplomat dan warga AS di Turki untuk meninggalkan negara itu secara sukarela, Deplu AS juga meminta warganya agar berpikir ulang untuk bepergian ke Turki. Menurut Kedubes AS di Ankara, perubahan status di Turki itu membuat Departemen Luar Negeri AS juga mengambil keputusan mendesak. "Deplu terus memantau dampak situasi keamanan secara keseluruhan di Turki dan menyarankan warga AS untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Turki pada saat ini," kata Kedubes AS. Situasi politik dan keamanan di Turki dinilai rawan pasca percobaan kudeta terhadap pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang menyebabkan 290 orang tewas. ISTANBUL, KOMPAS.com – Amerika Serikat, Selasa (26/7/2016), telah mengimbau para diplomatnya yang bertugas di Turki untuk meninggalkan negara yang sedang bergolak itu secara sukarela.
Source: Kompas July 26, 2016 12:11 UTC