JAKARTA, KOMPAS.com - Dampak perpanjangan pemberian insentif pada sektor otomotif nasional melalui Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 0 persen memiliki dua sisi. Selain mampu merangsang daya beli masyarakat dan memulihkan ekonomi serta industri terkait usai tertekan oleh pandemi Covid-19, insentif ini juga berpotensi menciptakan supply shock. Terlebih saat ini kinerja pabrik terkait belum pulih sepenuhnya dan terdapat krisis semikonduktor global. Baca juga: Penjualan Mobil Mei 2021 Melambat, Ini AlasannyaKOMPAS.COM/STANLY RAVEL Honda di IIMS Hybrid 2021 Honda di IIMS Hybrid 2021Kondisi dimaksud dapat terlihat dari kinerja produksi mobil selama tiga bulan belakangan atau setelah insentif PPnBM berlaku (Maret-Mei 2021) yang terus menurun. Tak sampai di sana, keadaannya semakin parah saat memasuki Mei 2021 atau periode terakhir pemberian relaksasi PPnBm 0 persen.
Source: Kompas June 16, 2021 00:22 UTC