Termasuk angkutan ke bandara. Berbeda dengan di luar negeri, di mana masyarakatnya terbiasa naik bus. "Badan jadi pada sakit karena lelah 'geret-geret' koper dengan jalanan yang tidak rata dan jauh-jauh jarak dari fasilitas satu ke fasilitas lainnya," ungkapnya. "Diharapkan dengan fasilitas yang baik dan kepastian, penumpang tak bertanya-tanya kapan busnya akan datang dan berangkat, serta bisa menarik pengguna mobil untuk naik bus," ujarnya dalam Forum Group Discussion tentang Pelayanan Angkutan Bandara di Kantor BPTJ, Jakarta, Rabu (8/6) kemarin. Namun, di Indonesia naik bus itu masih dianggap sebagai sesuatu yang menyengsarakan.
Source: Republika June 08, 2016 23:37 UTC