JawaPos.com - Anggota Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Istibsjaroh bertemu dengan Presiden Israel Reuven Rivlin. "MUI dalam waktu dekat akan memanggil beliau untuk meminta klarifikasi atau tabayyun atas kunjungannya, karena kunjungan tersebut dilakukan tanpa seizin dan sepengetahuan pimpinan MUI," katanya. Sementara, ungkap dia, pimpinan MUI sangat menyesalkan kunjungan tersebut karena dinilai telah menyalahi kebijakan organisasi. Sikap tersebut, karena MUI sebagai salah satu representasi umat Islam Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung perjuangan kemerdekaan Negara Palestina. Hal tersebut sesuai dengan semangat konstitusi yakni menolak segala macam bentuk penjajahan yang dilakukan Israel, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Source: Jawa Pos January 20, 2017 13:30 UTC