TEMPO.CO, Jakarta - Jepang sedang mempertimbangkan penempatan 1.000 rudal jelajah jarak jauh untuk meningkatkan kemampuan serangan baliknya terhadap China. Rudal-rudal itu akan dimodifikasi dengan senjata yang ada untuk memperluas jangkauannya dari 100 kilometer menjadi 1.000 kilometer, kata harian itu dengan mengutip sumber-sumber pemerintah Jepang. Senjata rudal, yang diluncurkan oleh kapal atau pesawat, akan ditempatkan terutama di sekitar pulau Nansei selatan. Namun, negara itu menahan diri untuk tidak mengerahkan rudal jarak jauh, di antara batasannya pada senjata yang dapat menyerang sasaran di tanah asing. Sebagai balasan atas kunjungan Pelosi, Beijing meluncurkan rudal di dekat Taiwan dan jatuh di zona ekonomi eksklusif Jepang.
Source: Koran Tempo August 21, 2022 09:41 UTC