Dalam bahasa Jawa dulu sruwal adalah celana atau kathok, tapi konotasinya berbeda. Celana dipakai orang-orang kota, sedangkan sruwal, dengan makna yang sama, khusus untuk orang-orang desa yang tidak mempunyai pendidikan dan juga tidak memiliki harta yang cukup. Kalau laki-lakinya pakai celana, celana itu pun norak seperti celana anak-anaknya. Bedanya, orang tua laki-laki memakai celana panjang, sedangkan anak-anak memakai celana pendek. Celana mempunyai roh, celana bisa dicuci, celana bisa disetrika, celana bisa dipakai sampai kotor, dan celana pun bisa diajak adu pikiran.
Source: Jawa Pos January 13, 2019 04:08 UTC