REPUBLIKA.CO.ID, MEDELLIN -- Insiden kecelakaan pesawat maut yang hanya menyisakan lima orang selamat dari 76 penumpang (sebelumnya dikabarkan 81, namun otoritas bandara menyebut lima penumpang sebelumnya batal naik), Selasa (29/11) lalu ini telah mengubur impian Chapecoense. Mimpi, dongeng atau apapun itu yang tengah disulam tim asal Brasil, Chapecoense, akhirnya kandas untuk menjadi kenyataan. Wakil Presiden Chapecoense, Ivan Tozzo, pun amat terpukul dengan kejadian ini. "Chapecoense adalah kebahagiaan terbesar kami selama ini. Anggota Chapecoense yang tak ikut berangkat seperti pelatih kiper, Marcelo De Quadros Kunst dan penyerang Alejandro Martinuccio menyebut keluarga korban menunggu dengan was-was kabar tentang tim.
Source: Republika November 30, 2016 07:50 UTC