TEMPO.CO, Jakarta - Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardhiastama menilai pemecahan nilai nominal saham atau stock split saham PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) akan berdampak positif pada kinerja saham perseroan karena saham akan menjadi semakin likuid dan terjangkau bagi investor, terutama investor ritel. ADVERTISEMENT "Untuk retail relatif lebih terjangkau tentunya," kata Okie. Jumlah saham BBCA sebelum stock split sebanyak 34,65 miliar saham, sedangkan setelah stock split akan menjadi 123,27 miliar saham. Sementara itu, nilai nominal saham BBCA sebelum stock split yaitu Rp 62,5 per saham. Sedangkan setelah stock split nilai nominal saham BBCA menjadi Rp 12,5 per saham.
Source: Koran Tempo August 02, 2021 05:15 UTC