shutterstock.comTEMPO.CO, Dhaka—Para dokter di seluruh dunia terkenal dengan tulisan tangan yang sulit dibaca. Seperti dilansir Business Standard, Rabu 11 Januari 2017, pengadilan di Bangladesh melarang gaya menulis semacam itu agar para pasien bisa membaca resep lebih jelas dan tidak mengambil obat yang salah. Wakil Jaksa Agung Mokhlesur Rahman mengatakan pengadilan memerintahkan para dokter harus mengetik resep mereka atau menulisnya dengan huruf kapital lebih tebal. Pengadilan juga mengatakan bahwa para dokter harus menggunakan nama generik obat, bukan merek obat tertentu. "Kenapa menyalahkan kami ketika Anda tidak bisa menerapkan sistem peresepan komputerisasi Farhan Kabir, seorang dokter di akun Facebook.
Source: Koran Tempo January 11, 2017 17:00 UTC