Akan tetapi, Wiranto mengaku heran dengan adanya penolakan dari sejumlah elemen masyarakat dan membela keberadaan HTI. Menurut Wiranto, saat ini telah terjadi perubahan dinamika ancaman, dari yang bersifat konvensional dalam bentuk agresi militer menjadi serangan yang tidak mudah dideteksi. Misalnya, penyebaran paham radikalisme, gerakan separatisme dan serangan siber. Tidak heran jika saat ini muncul fenomena serangan teror yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak terkait kelompok teroris tertentu atau "lone wolf". Oleh sebab itu, Wiranto berharap, seluruh elemen masyarakat termasuk lingkungan perguruan tinggi berperan dalam mengubah pola pikir masyarakat dengan menanamkan kesadaran bela negara.
Source: Kompas July 26, 2017 07:58 UTC