ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak semua pihak termasuk Uni Eropa (EU) dan sekutu Turki untuk menghormati hasil referendumm Turki yang dimenangkannya. Referendum Turki digelar untuk mengubah sistem parlementer Turki menjadi presidensial sekaligus memberikan wewenang yang lebih besar untuk presiden. Baca: Referendum Turki Dimenangkan Erdogan, Oposisi Berniat ProtesDua partai oposisi Turki sudah menyatakan niat untuk menentang hasil referendum ini. Hasil Referendum ini akan melapangkan jalan Erdogan untuk memimpin Turki hingga 2029. Pengkritik Erdogan termasuk sejumlah sekutu Eropa menilai referendum tidak lain tidak bukan hanyalah ambisi pribadi Erdogan untuk terus berkuasa melanggengkan rezimnya.
Source: Kompas April 17, 2017 13:48 UTC