IDI mengingatkan jangan sampai proses pilkada munculkan klaster baru Covid-19. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mewanti-wanti penyelenggara pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak agar lebih mengedepankan protokol kesehatan dalam rangkaian prosesnya. Pernyataan IDI ini menyusul temuan adanya pelanggaran protokol kesehatan pada saat periode pendaftaran peserta pilkada serentak di 270 daerah, 4 hingga 6 September lalu. Juru Bicara IDI, Halik Malik, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah terlibat langsung dalam penyusunan tata cara penyelenggaraan pilkada serentak di tengah pandemi Covid-19. IDI sendiri menyoroti ada dua aspek yang perlu menjadi fokus pemerintah dalam penyelenggaraan pilkada serentak 2020 ini.
Source: Republika September 06, 2020 11:15 UTC