Singapura, Beritasatu.com - Google telah melarang iklan politik di Singapura menjelang pemilihan umum (pemilu). Pada Rabu (4/12/2019), Partai Demokrat Singapura (SDP), kelompok oposisi utama, mengeluhkan larangan iklan politik yang diberlakukan Google. SDP menyatakan bahwa Google telah menolak permintaan mereka untuk membeli iklan di situs tersebut. SDP menyurati pihak Google dan mendapat jawaban bahwa perusahaan asal AS itu melarang iklan yang ingin memengaruhi opini publik. Kebijakan baru ini mengkhawatirkan dan sangat mengecewakan,” kata Ketua Partai SDP, Paul Tambyah, dalam sepucuk surat kepada CEO Google Singapura, Sundar Pichai.
Source: Suara Pembaruan December 07, 2019 05:37 UTC