REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia, Syamsuddin Alimsyah, menilai kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) semakin jauh dari berkualitas. Salah satunya, terlihat dari molornya pembahasan RUU Pemilu yang dinilai karena pansus bermain-main sesuatu yang tidak subtansial, bukan kualitas. Syamsuddin turut merasa filosofi yang digunakan tidak berkaitan, dan malah akan melemahkan DPD di Indonesia. Tahun ini malah baru dua tahun delapan bulan bekerja, sudah lebih 100 orang terjerat hukum, belum termasuk judi dan narkoba. 10 tahun DPD yang lalu secara moral lebih terjaga dari DPR, hanya kinerja belum kelihatan karena kewenangan tidak jelas," kata Syamsuddin.
Source: Republika April 28, 2017 17:15 UTC