REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA --Pengamat Ekonomi Ichsanuddin Noorsy menilai, bergeliatnya perdagangan otomotif terutama reparasi mobil dan sepeda motor, disebabkan oleh adanya penurunan angka penumpang moda transportasi laut, darat dan udara. ''Makanya yang terjadi adalah reparasi, penjualan sparepart (mobil dan motor) dan yang diuntungkan perusahaan Jepang,'' kata Noorsy, saat dihubungi, Jumat (28/4). Artinya, sektor primer seperti pertanian dan pertambangan, tidak menggeliat karena bergejolaknya harga dan melemahnya daya beli. Akhirnya, sektor yang berkembang adalah jasa. ''Jadi ada logika yang muncul, meningkatnya belanja yang muncul tidak menyentuh pada pekerjaan yang berhubungan langsung dengan sektor padat karya, sehingga belanja dan konsumsi pemerintah tidak mengatasi pelambatan perekonomian,'' jelas dia.
Source: Republika April 28, 2017 17:03 UTC