Salah satu spekulasi yang membuat banyak orang bergidik ngeri adalah penggunaan cairan asam yang bereaksi cepat untuk menghilangkan tubuh Khashoggi setelah dimutilasi. "Jika menggunakan cairan kimia asam kuat, maka diperlukan ruangan dan perlengkapan khusus," ungkap Agus kepada Kompas.com, Jumat (19/10/2018). "Karena cairan asam kuat ini bersifat korosif dan dapat merusak peralatan atau logam yang ada di sekitarnya," sambungnya. Selain itu, menurut Agus, cairan asam kuat ini bisa membakar jaringan kulit dan jaringan di bawahnya. Selanjutnya, potongan tersebut dihancurkan menggunakan cairan asam yang bereaksi cepat, dan disembunyikan di dekat kediaman Konsulat Jenderal Saudi Mohammed al-Otaibi.
Source: Kompas October 19, 2018 11:37 UTC