Tentara Ethiopia dan pasukan bersenjata Tigray masih bertempur. Tentara Ethiopia dan pasukan bersenjata Tigray masih bertempur sampai hari ini dan menyebabkan ratusan warga meninggal dunia dan memaksa 30.000 orang mengungsi ke Sudan. Pernyataan Pemerintah Ethiopia itu menanggapi temuan Amnesty International minggu ini yang mengatakan ada pembunuhan terhadap kelompok etnis tertentu di Kota Mai Kadra, Tigray. Sejauh ini belum ada tanggapan dari pucuk pimpinan Barisan Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) yang memimpin pemberontakan tersebut. Namun, klaim itu juga belum dapat diverifikasi karena akses komunikasi yang terbatas baik dari pucuk pimpinan Tigray dan otoritas Ethiopia, dikutip dari Reuters.
Source: Republika November 19, 2020 16:52 UTC