Kedatangan Gus Jazil- sapaan akrab Jazilul Fawaid ke kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum tersebut dengan maksud untuk mempererat tali silaturahmi, sekaligus meminta nasihat terkait pengembangan NU DKI ke depan. ”Alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk silaturahmi dengan Kiai Muhyiddin, bertukar pikiran dan meminta nasihat terkait dengan pengembangan dan penguatan NU DKI. Beliau mengibaratkan bahwa NU DKI ini sebagai mobil mogok sehingga harus dilakukan pembenahan dari semua aspek,” ujar Gus Jazil. Menurut dia, NU DKI seperti mobil yang semua mesinnya harus dicek dan diperbaiki menyeluruh. Pesan Kiai Muhyiddin kepada Gus Jazil, hal terpenting adalah bagaimana NU DKI ke depan memiliki tenaga yang kuat untuk memberikan kemaslahatan kepada umat.
Source: Jawa Pos March 05, 2021 15:26 UTC