“Saat kami bicara dengan operator, mereka gerak dengan time based bukan volume based, semua operator bilang begitu, artinya, misal saya langganan XL 20 GB dengan paket 89 ribu, kemudian selesai (masa aktifnya), hilang. Nah hilang itu karena mekanisme di operator seluler,” jelas Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin), Hasan Chabibie dalam diskusi daring, Minggu (4/10). Dia mengaku bahwa pihaknya telah mendiskusikan ini kepada para operator seluler. Saat ini, pihaknya pun tengah menyusun skema agar kuota tersebut tidak hangus dan terbuang sia-sia. Skema tersebut adalah tidak menggunakan wait list, atau aplikasi kuota belajar ditiadakan.
Source: Jawa Pos October 04, 2020 13:07 UTC