Esther memaparkan total nominal investasi langsung mencapai 1,297 miliar dolar AS, dengan rincian 567 miliar dolar AS ke negara maju dan 34 miliar dolar AS untuk negara-negara transisi. Esther menyampaikan, jumlah investasi langsung ke Indonesia relatif besar yakni 22 miliar dolar AS dan menempatkan Indonesia di posisi 18 sebagai negara penerima investasi langsung. Untuk kategori Asia, Indonesia berada di peringkat lima, di bawah Cina, Hong Kong, Singapura, dan India. Dalam data tersebut, kata Esther, Cina menjadi negara yang paling banyak menanamkan investasi langsung di Indonesia disusul Hong Kong, AS, Jepang, Singapura, Inggris Raya, Belanda, JermanAfsel, dan Korsel. "PR pemerintah untuk perbaiki iklim investasi relatif berat maka untuk menghhadapi resesi, saya rasa perbaikan investasi dan investor memang salah satu faktor fundamental yang harus dijaga," ungkap Esther.
Source: Republika November 07, 2019 16:41 UTC