Hanya, muncul sejumlah persoalan seperti gaji pemain dan ofisial hingga pemulangan pemain asing. Asisten Manajer Jakarta PGN Popsivo Polwan Ernita Pongki mengungkapkan, untuk pembubaran atlet, klub harus menyelesaikan administrasi seperti gaji. Mengacu surat kontrak, lanjut Ernita, seharusnya atlet diputus karena keadaan memaksa alias force majeure. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah membayar gaji full atau tidak. Direktur Proliga Hanny S. Surkatty menyatakan, gaji pemain dan ofisial diimbau untuk dibayarkan sampai Maret.
Source: Jawa Pos March 20, 2020 13:52 UTC