“Target ekspor kopi Kerinci ke Belgia hingga akhir tahun ini mencapai 80 ton,” kata Bupati Kerinci Adi Rozal di Kerinci, baru-baru ini. Para petani kopi Kerinci yang tergabung dalam KT dan KUD Barokah, Kayuaro, berhasil mengembangkan dan mengolah kopi kualitas ekspor setelah mendapatkan pembinaan dari LSM Rikolto Belgia satu tahun terakhir. Kerja sama pembinaan petani kopi tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya mengatasi kendala pemasaran kopi petani daerah itu selama ini. Adi Rozal mengatakan, para petani kopi Kerinci selama ini masih sulit menjual hasil panen mereka karena pasar ekspor belum terbuka. “Koperasi Barokah Kerinci bisa mengekspor kopi langsung kepada perusahaan kopi di Antweep, Belgia,” katanya.
Source: Suara Pembaruan December 05, 2019 08:26 UTC