SEOUL, KOMPAS.com - Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un menyatakan ingin mencapai “equilibrium” dalam hal kekuatan militer dengan Amerika Serikat. Korea Utara kemarin meluncurkan belasan misil sebagai bagian dari akselerasi program senjata nuklir yang didesain untuk mencapai target AS. “Kepada mereka yang beranggapan tidak ada opsi militer, kami tegaskan bahwa (AS) punya opsi militer (terhadap Korea Utara),” lanjut dia. Pada Jumat waktu setempat, Dewan keamanan AS juga mengecam provokasi Korea Utara melalui peluncuran misil tersebut. Hal itu semakin meningkatkan sanksi terhadap Korea Utara terkait dengan uji coba bom nuklir yang dilakukan pada 3 September lalu, yang berujung pada sanksi berupa ditutupnya pasar ekspor tekstil serta pembatasan impor minyak.
Source: Kompas September 15, 2017 23:37 UTC