Tersangka mengaku membuat krim dan cairan pembersih palsu tersebut sejak Maret 2016. HN adalah merek ternama yang digunakan pelaku untuk membuat krim wajah dan cairan pembersih bodong. Tersangka pun mulai belajar membuat krim dan cairan pembersih tersebut. Sebab, bisa saja kosmetik itu adalah barang yang sebenarnya tidak bermanfaat, bahkan berbahaya ketika digunakan. Saat itu dia melihat banyak perempuan yang mencari produk kosmetik HN.
Source: Jawa Pos August 06, 2016 00:11 UTC