Rusia dan Taliban membantah laporan media AS yang dinilai tak berdasar. REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia dan Taliban membantah laporan media soal penawaran sejumlah uang kepada milisi untuk menyerang AS. Laporan New York Times mengatakan bahwa para pejabat intelijen AS yang tak disebutkan namanya menyimpulkan, bahwa unit Rusia tahun lalu diam-diam menawarkan hadiah kepada para milisi Taliban sebagai imbalan atas serangan yang berhasil. Para pejabat AS sebelumnya mengaitkan unit intelijen Rusia tersebut dengan upaya pembunuhan dan operasi di Eropa yang dimaksudkan untuk mengganggu stabilitas kekuatan Barat. Sementara pemerintah AS dan Afghanistan sebelumnya menuduh Rusia mendukung Taliban.
Source: Republika June 28, 2020 02:48 UTC