REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Risiko kredit macet di sektor perbankan diperkirakan tetap tinggi seiring tekanan ekonomi global, volatilitas pasar, serta meningkatnya kompleksitas pembiayaan korporasi. Kondisi ini menuntut bank dan lembaga keuangan memperkuat strategi mitigasi risiko, terutama dalam pengelolaan sengketa utang dan restrukturisasi kredit. Seminar ini membahas strategi praktis bagi lembaga keuangan dalam menghadapi meningkatnya risiko kredit bermasalah dan sengketa utang di tengah dinamika bisnis modern. “Dengan struktur pembiayaan yang tepat sejak awal dan strategi yang terarah, nilai kredit sebenarnya masih dapat dipulihkan secara signifikan,” kata Ferita. Dalam paparannya, Ferita menekankan, restrukturisasi utang seharusnya berfokus pada pemulihan nilai riil, bukan sekadar penyusunan skema pembayaran di atas kertas.
Source: Republika February 06, 2026 03:19 UTC