REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Junaidi, memberikan kesaksian mengejutkan selama menjalani kegiatan di padepokan. Menurut dia, sudah banyak ajaran melenceng atau sesat yang diajarkan Dimas Kanjeng padanya. Apabila mahar yang diberikan Rp 2 juta, maka Dimas Kanjeng menjanjikan uang berlipat menjadi Rp 2 miliar dalam waktu dua tahun. Saat menjadi pengikut Dimas Kanjeng, Junaidi dan pengikut lainnya tidak boleh bershalawat dan mengirim surat Al Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW. Junaidi sendiri tidak tahu pasti siapa dan dimana Abah Ilyas dan Abah Dhofir tersebut.
Source: Republika October 04, 2016 15:33 UTC