Batam, Satuju.com - Unjuk rasa warga Pulau Rempang menolak relokasi imbas pembangunan Rempang Eco-city di depan Kantor BP Batam, Senin (11/9/2023) menyita perhatian publik. "Kami bise mati beridiri dibuat pak Rudi (Kepala BP Batam), betul-betul dizalimi, kami dinjak seperti sampah, betul-betul jahat," katanya. Ia lahir di Kampung Sembulang, hal itu membukti warga Rempang sudah ratusan tahun ada di Pulau Rempang. "Macam sampah kami ini, padahal nenek moyang kampi hampir 200 tahun di Sembulang Rempang ini," kata Siti. Salah satu langkah awal adalah melakukan pematokan dan pengukuran lahan di Kampung Sembulang, Pulau Rempang.
Source: Koran Tempo September 12, 2023 08:10 UTC