Di hadapan warga, korban meringis kesakitan dengan keadaan kedua kakinya yang bersimbah darah. Dari hasil keterangan yang dihimpun, sambung Satria, akhir-akhir ini korban yang kurang waras tersebut acap kali berbuat onar dengan mengamuk tanpa sebab di wilayah perumahan Nglejok. Nah, saat itu beberapa saat sebelum ditemukan terkapar, korban yang membawa senjata tajam jenis sabit mengamuk di permukiman padat penduduk tersebut. "Jadi ditembak satu kali pada paha samping kanan yang kemudian tembus ke paha samping kiri. Kasus ini sudah ditangani Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) Semarang," pungkasnya.
Source: Kompas January 08, 2018 15:00 UTC