Watford, Beritasatu.com - Setelah 70 tahun memusatkan perhatian untuk menghadapi Rusia, kini Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memperluas pandangannya kepada tantangan dari Tiongkok. Dalam pernyataan yang dikeluarkan usai pertemuan di Watford, Inggris, aliansi NATO menyebutkan Tiongkok untuk pertama kalinya, serta memakai bahasa terkuat melawan Rusia, dan setuju untuk memikirkan kembali masa depan. Komisi Eropa pada awal 2019 menggambarkan Tiongkok sebagai “saingan sistemik” serta mendesak blok itu agar lebih tegas setelah bertahun-tahun tanpa hambatan menyambut investasi Tiongkok. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyatakan Tiongkok adalah pembelanja pertahanan terbesar kedua di dunia setelah AS. “Ini bukan tentang memindahkan NATO kepada Laut China Selatan, tapi tentang mempertimbangkan fakta bahwa Tiongkok datang mendekat kepada kita,” sebut Stoltenberg merujuk aktivitas Tiongkok di Artik, Afrika, dan investasi besarnya kepada infrastruktur Eropa.
Source: Suara Pembaruan December 05, 2019 06:22 UTC