Neraca dagang Indonesia pada September mengalami defisit 160,5 juta dolar AS. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menilai, kondisi neraca dagang yang defisit pada September di luar perkiraan. Sebab, apabila melihat pola musiman, impor seharusnya masih melambat, sehingga neraca dagang dapat menunjukkan kondisi surplus. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca dagang Indonesia pada September mengalami defisit 160,5 juta dolar AS. Sementara impor migas 15,86 miliar dolar AS, sisanya (110,2 miliar dolar AS) berasal dari impor non migas.
Source: Republika October 16, 2019 04:18 UTC