Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, perjanjian perdagangan resiprokal tersebut memberikan tarif nol persen untuk sejumlah komoditas andalan Indonesia. “Indonesia akan mendapatkan Tarif Resiprokal nol persen untuk produk unggulan ekspor seperti minyak kelapa sawit, kopi, kakao, dan lainnya,” ujar Haryo dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Ahad 22 Februari 2026. Untuk produk tekstil Indonesia, pemerintah Amerika Serikat menyiapkan pengurangan tarif hingga nol persen melalui mekanisme tariff rate quota atau TRQ. Haryo menegaskan, kesepakatan ART merupakan hasil proses diplomasi panjang. Indonesia yang sebelumnya dikenakan tarif resiprokal sebesar 32 persen berhasil menurunkannya menjadi 19 persen melalui jalur negosiasi.
Source: Republika February 22, 2026 15:04 UTC