TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat militer Muradi menilai mutasi terhadap 85 perwira tinggi (Pati) yang dilakukan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjelang masa jabatannya berakhir. Pertama, di kubu internal TNI, mutasi itu dianggap sebagai langkah untukmenyelamatkan "orang-orang" Gatot di bawah pimpinan TNI yang baru. Menurut dia, Gatot seharusnya cukup memberikan saran dan rekomendasi kepada Panglima TNI baru ihwal mutasi dan promosi. Baca: Pilpres 2019, SMRC: Peluang bagi Gatot Nurmantyo Itu Jadi WapresSebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengirimkan surat permohonan persetujuan pemberhentian dengan hormat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan pengangkatan KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI. Berdasarkan hasil survei, Gatot Nurmantyo muncul sebagai alternatif calon presiden selain Joko Widodo dan Prabowo Subianto.
Source: Koran Tempo December 06, 2017 04:41 UTC