Menurut Zaenal, demi perlindungan terhadap anak-anak, khususnya kepada penyandang autisme, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) atau kelompok masyarakat lain bisa melaporkan agar kejadian tersebut tidak diulangi lagi. "KPAI atau kelompok masyarakat lainnya bisa melaporkan twit tersebut ke polisi agar ke depan tidak ada lagi pihak-pihak yang melakukan tindakan serupa sebagai efek jera," tutur Dosen FISIP Universitas Al-Azhar Indonesia. Zaenal mengangap fenomena tersebut merupakan puncak gunung es adanya “keterbelahan" di masyarakat Jakarta hingga hari ini, bahkan setelah Pilkada usai. (Baca Juga: Pesan Kiai Ma'ruf untuk Boni Hargens)Sebelumnya, Boni Hargens menulis dalam akun Twitter-nya, "Kemenangan ini spt pil yg diberikan pada anak super autis. Meskipun saat ini kicauan tersebut sudah dihapus, Zaenal berharap Boni menyadari apa yang telah ia tulis.
Source: Republika April 28, 2017 08:37 UTC