REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai, fungsi pemeriksaan dan penyeleksian pembuatan soal-soal ujian di berbagai daerah di Indonesia masih sangat rendah. Hal itu tercermin, dari maraknya soal-soal yang tidak tepat sasaran, maupun bermuatan pornografi, politik, dan berbau suku, ras, agama dan antar golongan (SARA). "Maka dari itu saya tegaskan, soal-soal itu harus benar-benar dilihat, diperiksa dengan teliti," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) FSGI Fahriza Marta Tanjung kepada Republika.co.id, Kamis (11/1). Karena itu, dia menekankan, agar para pembuat soal tidak terburu-buru dan harus mempersiapkan soal tersebut dengan yang matang. "Jadi jangan sampai kalau ada soal yang berbau sara, atau berkonten pornografi yang disalahkan ujung-ujungnya guru.
Source: Republika January 11, 2018 09:33 UTC