Yakni, antara mereka yang punya kepentingan jabatan dan kepentingan menghimpun kekayaan plus hilangnya nilai-nilai akhlak di tengah masyarakat. "Bila ketiga faktor ini telah berselingkuh maka pejuang keadilan akan dimarginalkan," ungkapnya kepada Republika.co.id. Namun, juga harus lebih subtantif melakukan perubahan terhadap sistem yang bisa memutus jaringan perselingkuhan tersebut. "Di sinilah seharusnya hadir nilai-nilai Islam yang washatiy sebagai ukuran benar dan salah, pantas dan tidak pantas," tuturnya. "Bila mau merenungkan dangan pikiran yang jernih, apa yang berlaku hari ini, maka kita kan menyadari peringatan Allah SWT: "Maka ayat Tuhanmu yang mana lagi yang akan kamu dustakan?"
Source: Republika April 17, 2017 06:11 UTC